Jakarta (Kemenag) — Ditjen Pendidikan Islam akan kembali menggelar Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS). Gelaran tahunan ke XVIII ini akan berlangsung di kota Palu Sulawesi Tengah pada pertengahan September mendatang.

“AICIS tahun ini penting untuk melihat kembali perkembangan terkini Islam di kancah global yang terus berubah karena berbagai dinamika yang terjadi dalam dunia ekonomi, sosial politik, dan kemajuan teknologi,” kata Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Arskal Salim di Jakarta, Kamis (26/04).

Dikatakan Arskal, AICIS XVIII di Palu mengusung tema “Islam in Globalizing World: Text, Knowledge and Practice”. Sejumlah pembicara akan hadir, baik dari dalam maupun luar negeri. Mereka diharapkan dapat menyampaikan ide dan gagasan mengenai posisi Islam di tengah arus pusaran tarik menarik kepentingan multilateral berbagai pihak, baik aktor global maupun lokal.

“Isu post Islamisme dan radikalisme tetap menjadi fokus selain topik-topik menarik mengenai demokrasi, HAM dan good governance dalam sejumlah aspek ajaran dan praktek Islam di Indonesia dan mancanegara,” tambah Arskal.

Menurut Arskal, AICIS XVIII di Palu nantinya bukan sekedar ajang silaturrahmi intelektual belaka. Lebih dari itu, AICIS akan menjadi wahana interaksi para sarjana untuk bertukar pikiran dan gagasan, networking untuk kerjasama riset dan publikasi baik artikel jurnal maupun buku/monograf ilmiah.

Dengan tema “Islam in Globalizing World: Text, Knowledge and Practice”, AICIS 2018 mengangkat 10 sub tema bahasan, yaitu:
1. The Quran, hadith and Compemporary Interpretation
2. Islamic Education, Culture and Knowledge Production
3. Muslim Mobilities, Migration and Diaspora
4. Authors, Tesxts and Islamic Thougth
5. Piety, Popular Islamism and Local Politics

6. Agency, Power, Populism and Local Politics
7. Islamic Economics, AEC and SDGs
8. Interrelegious Relations and Minority Affairs
9. Science and Technology in Islamic Universities
10. Islamic Visual Arts, Architecture and Performance

Categories: Berita