Panitia Pusat Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-18, telah mengunjungi dan memeriksa persiapan panitia Lokal AICIS IAIN Palu. Mulai dari persiapan hotel, auditorium tempat konfrensi, sekretariat panitia hingga tempat stand saat pelaksaan AICIS.

Rombongan dipimpin langsung Kasubdit Akademik dan Kemahasiswaan Kemenag RI Dr H Mamat Burhanuddin, didampingi oleh Bagian Perencanaan Kemenag RI Mukti, dan Staf Tehnis AICIS dan Kemenag RI Ahmad Muhammadiyah dan Faris, serta Ketua Panitia AICIS Lokal IAIN Palu Dr H. Abidin Djafar, telah melakukan pengecekan kesiapan tiga hotel yang kelak akan digunakan, yakni Hotel Mercure Palu, Grand Duta Hotel Palu, dan Swissbellhotel Palu.

Mengingat, AICIS ke-18 ini, panitia pusat maupun lokal berupaya tidak hanya menghadirkan para menteri kabiner kerja, melainkan juga berupaya menghadirkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo.
“Karena ingin menghadirkan presiden dan para menteri, tentunya segala persiapan jauh-jauh hari harus sudah siap semua, jangan sampai ada yang terlewatkan, termasuk tempat nginap presiden harus betul-betul representatif sesuai dengan protokoler kepresidenan,”jelas Abidin Djafar, Kamis (28/6/2018).

Jika nantinya ini dapat dihadiri oleh orang nomor 1 di Republik Indonesia, maka ini akan menjadi sejarah baru, sebab AICIS-AICIS sebelumnya tidak dihadiri oleh presiden, sehingga kali ini betul-betul panitia pusat maupun lokal berupaya sebisa mungkin menghadirkan orang nomor satu tersebut.

Termasuk panitia tidak hanya mengagendakan presiden hadir membuka pertemuan para pemikir Islam tingkat dunia itu, melainkan juga mengagendakan pembangian Kartu Indonesia Sehat.

“Alhamdulillah, tanda-tanda kehadiran Bapak Presiden ada, sebab surat permohonan kehadiran dan kesediaan membuka acara oleh Bapak Presiden telah direspon oleh Sekretaris Negara, bahkan panitia pusat dan lokal diharapkan hadir mendampingi Bapak Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ke Istana menjelaskan kegiatan tersebut diawal Juli 2018 ini,”tambah Abidin.

Perlu diketahui kata Abidin, AICIS ini bukan kegiatan biasa, melainkan ini adalah kegiatan yang sangat penting bagi perkembangan agama Islam dunia, sebab disini mempertemukan para pemikir-pemikir Islam moderen maupun Islam Konsertfatif.

Dan tidak menutup kemungkinan hasil pemikiran-pemikiran mereka ini dapat mempengaruhi pandangan-pandangan para ulama dunia terutama berkaitan dengan fiqih.
Dalam tinjauan tersebut, panitia pusat menilai jika persiapan panitia lokal sudah cukup baik, dan sesuai dengan espektasi panitia pusat. 

Categories: Berita