“Salah satu agenda dalam konferensi internasional tersebut yang disiapkan oleh panitia yaitu, mengunjungi objek-objek wisata (city tour),” ucap Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Palu sekaligus Ketua Panitia AICIS ke-18, Abidin Djafar, di Palu, Jumat.

IAIN Palu sebagai tuan rumah penyelengga AICIS ke-18 telah merencanakan Makam Habib Idrus Bin Salim Aljufri (Guru Tua) di Kompleks Kawasan Wisata Religi (KWR) Palu menjadi salah satu tujuan wisata.

Di KWR, peserta AICIS tidak hanya akan melihat makam salah satu tokoh pembawa Islam di Sulawesi Tengah itu yang terletak di Masjid Alkhairaat. Melainkan, turut serta dapat melihat secara seksama salah satu peninggalan peradaban Islam di provinsi itu yakni Kompleks Pendidikan Alkhairaat.

Selain itu, peserta AICIS Makam Syekh Abdullah Raqie atau yang akrab dikenal Datokarama di Kelurahan Lere Kecamatan Palu Barat, yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari lokasi kegiatan AICIS.

“Ini harus di mantapkan perencanaannya, mulai dari penyediaan transportasi sampai dengan konsumsi para peserta dalam kegiatan city tour,” ujar Abidin.

Terkait hal itu Bidang Pariwisata dan Pameran Panitia AICIS Ke-18 Dr Rostina menguraikan, panitia juga merencanakan mengenalkan potensi khasanah budaya Suku Kaili kepaa peserta AICIS.

“Panitia akan kenalkan kepada peserta mengenai potensi dan kuliner khas Suku Kaili, objek wisata alam seperti Tanjung Karang dan Taipa Beach,” sebut Rostina.

Ia mengaku bahwa pihaknya telah membangun komunikasi dengan pemerintah daerah Kabupaten Donggala terkait rencana kunjungan peserta AICIS di Objek Wisata Tanjung Karang.

IAIN Palu membangun komunikasi dan melibatkan beberapa pihak dalam pelaksanaan AICIS seperti kepolisian, pemerintah daerah, resimen mahasiswa dan pramuka yang mengemuka dalam rapat penguatan persiapan bidang pariwisata, pameran dan keamanan panitia pelaksana AICIS ke-18.

Categories: Berita