Perputaran uang selama tiga hari di acara Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) XVIII 2018 diperkirakan sekitar Rp 6.375.000.000.

Itu diasumsikan jika 3000 orang yang didatangkan oleh panitia AICIS XVIII 2018 tersebut hanya berada di Kota Palu selama tiga hari berdasarkan jadwal kegiatan dari tanggal 17 hingga 20 September 2018.

Masing-masing dihitung dari biaya penginapan hotel yang dirata-ratakan sekitar Rp 600 ribu permalam dikali 3000 orang (masing-masing satu kamar/orang) selama tiga hari Rp 5.400.000.000.

Biaya makan diambil dari angka terendah Rp25 ribu perorang dikali tiga (pagi, siang dan malam) dikali 3000 orang dikali tiga hari Rp 675.000.000. Itu adalah kebutuhan primer yang tidak mungkin tidak dilakukan, belum lagi kebutuhan sekunder seperti oleh-oleh. Rata-rata saja perorang membelanjakan uangnya sekitar Rp100 ribu dikali 3000 bisa menghasilkan Rp300.000.000.

Sehingga jika ditotalkan menghasilkan Rp 6.375.000.000, paling tidak ini adalah kontribusi kegiatan AICIS XVIII 2018 dari segi ekonomi selama tiga hari dari tanggal 17-20 September 2018 di Kota Palu.

Perputaran uang tersebut, tidak hanya dinikmati pengusaha besar seperti pengusaha penginapan dan perhotelan, melainkan juga oleh pelaku usaha kecil menengah, seperti penjual makanan ringan dan oleh-oleh di sekitar kegiatan. Karena menurut Ketua Panitia Lokal AICIS XVIII 2018 Dr H Abidin Djafar, bahwa selama tiga hari di kegiatan itu dibukakan ruang untuk pelaku usaha kecil menengah meramaikan kegiatan itu. Baik kuliner maupun cendera mata sebagai oleh-oleh.

“Kita buka ruang untuk pelaku usaha kecil menengah, karena ini juga akan meramaikan kegiatan AICIS, sekaligus mereka bisa berburuh rejeki dari kegiatan ini,”jelas Abidin belum lama ini.

Categories: Berita